Sabtu, 05 September 2015

The Jewel-Flower Showdown

Disclaimer :

Res, aku pinjam Morgan-Miyumi!

Sailor Moon © Takeuchi Naoko
Saint Seiya © Kurumada Masami


****


"Rosa, waktunya sudah tiba. Ayo mengamuk!"
"Chiron Star Power, Make-Up!"

"Rosa Morganite!"
"Sailor Chiron!"

Aphrodite berjalan ke teras belakang kuilnya sambil membawa dua cangkir teh mawar, untuk dirinya dan Seiya. Seiya sendiri sedang menonton duel di sana. Duel antara muridnya--Miyumi, alias Sailor Chiron--dan murid Aphrodite--Morganite, di tengah taman Demon Rose.

"Seiya." Aphrodite menyodorkan satu cangkir pada gadis berambut hitam itu. Seiya memperhatikan tehnya sesaat, lalu mengalihkan pandangan pada Aphrodite dengan setengah curiga, setengah ngeri. "Ini bukan teh Demon Rose, kan?" selidiknya. "Bukan, lah! Ini mawar asli!" jawab Aphrodite kesal sambil menjitak Seiya, lalu lanjut menonton muridnya bertarung. Sesekali tawa kecil meluncur dari bibirnya yang berhiaskan lipgloss peach, saat melihat Morganite dan Chiron yang saling menyerang dengan gerakan sama persis.

"Empress Wreath!" Ribuan kelopak bunga melesat ke arah Chiron, lama-kelamaan membentuk lingkaran seperti saucer.
"Diamond Eclipse!" Cahaya putih keperakan berputar di depan Chiron, lalu dari pusat lingkaran cahaya itu muncul beam yang melesat ke arah Morganite.

--SRRRRSSSHH--
"Uffh--!!"
--DUARRRR--
"Gwah!!"

Keduanya terpental ke belakang, namun segera bangkit lagi. Yang membuat Aphrodite nyaris tersedak tehnya adalah, gerakan mereka berdua lagi-lagi sama persis. "Ckckck, benar-benar bagai pinang dibelah dua." komentar Seiya sambil menggelengkan kepalanya, membuat ponytail-nya bergerak kesana kemari dengan brutal dan nyaris menggeplak pria jelita di sampingnya. Untungnya Aphrodite sempat salto beberapa puluh sentimeter ke belakang Seiya sebelum kumpulan helai hitam itu mengenai wajahnya.

"Scratching Storm!" Morganite memunculkan duri-duri tanaman yang berjatuhan dengan cepat layaknya hujan, dan sepertinya akan sulit dihindari.
"Amethyst Rolling Umbrella!" Chiron mengangkat Mali Glassrod dan memutarnya, membentuk kekkai berwarna ungu transparan yang mengelilinginya dan menangkis duri-duri kiriman sang Saint Rosa. Lalu tiba gilirannya untuk balas menyerang.

"Chiron Amber Bead Rush!" Chiron melesatkan pukulan berupa cosmo yang berubah menjadi butiran-butiran keemasan.
"Garland Shading!" Holy Garland di belakang Morganite langsung mengelilingi pemiliknya, melindunginya dari siraman 'debu bintang' Chiron.

Hening sesaat sebelum keduanya berteriak, "CURANG! KAU MENIRUKU!" Seiya dan Aphrodite facepalm kompakan. "Sadarkah kalian kalau sejak tadi kalian melancarkan serangan yang sama...?" gumam Aphrodite. "Aku nggak mau bayangin kalau selanjutnya mereka sama-sama pakai jurus ilusi." desis Seiya, yang dibalas anggukan setuju dari sang Pisces. Menit-menit berikutnya diisi dengan adu kaki Morganite dan Chiron.

Bosan saling menendang, Chiron pun memutuskan untuk mengakhiri pertempurannya dengan jurus terkuatnya. Tangannya memunculkan bayang-bayang Chiron Orbit Rod. Di sisi lain, Morganite sudah menyiapkan jurusnya. Gambaran jaring berupa sulur penuh bunga muncul di belakangnya dan terus menjalar ke telapak tangannya.

"Chiron! Moonstone Impulse!!"
"Spectrum Bouquet!!"

--DUAAAAAAAAAAAARRRRRRR--

Seiya dan Aphrodite refleks menutup mata karena iluminasi tingkat tinggi yang ditimbulkan kedua murid mereka. Selama beberapa detik (ditambah efek slowmotion) ledakan cosmo mereka bertahan dan hampir menghancurkan area pertarungan (baca : taman Aphrodite). Namun sebelum mawar-mawar di sana tercabik-cabik, ledakannya perlahan menghilang. Morganite dan Miyumi--yang sudah melepas transformasinya--terkapar di tengah taman, dengan napas tak beraturan dan sekujur tubuh basah oleh keringat.

"Seseram ini..." desis Seiya, masih belum pulih dari rasa kagetnya. Aphrodite sendiri bukannya berniat membawa Morganite dan Chiron, ia malah membiarkan keduanya tergeletak tanpa nyawa di tengah taman beracunnya dan melenggang masuk ke kuilnya.

"Eh, Dite--"
"Biarkan saja, mereka bisa bangun sendiri kok nanti."


==Cliffhanger End==

Silahkan pikirkan sendiri apa yang akan terjadi selanjutnya~ diriku lelah karena WB stadium akhir. :")

Senin, 17 Agustus 2015

Notice #3 : Olympus Familias

Yahaaaaaaaaaa... Hari ini Olympus Familias resmi lahir! Hulululululu~

Oh, buat yang belum tau, Olympus Familias adalah grup RP bertemakan dewa-dewi Olympus. Di sana udah ada Hades, Zeus, Aphrodite, Hera, Athena, Poseidon (female, jadinya Poseina :v ), Hestia, Artemis, dan Persephone yang diperankan Res-sama kita tercinta~

Oh iya, di sini kita butuh beberapa orang lagi buat ngisi peran dewa yang kurang. Yang cowok, jago RP, dan punya banyak waktu luang buat RP, mau ikutan gak? :"3

Ah, btw, tema postingan di blog ini labil banget, ya.


----Emyst

Jumat, 06 Februari 2015

Happy Birthday, Aquarius!!

Disclaimer : 12+ © antaRES


==27 Januari==

Hari ini pun ruangan utama hanya berisi 10 dari 12 Zodiac. Pisces sudah tidur lebih dulu karena kelelahan melatih Camelopardalis dan Vulpecula. Sedangkan Aquarius? Pria serba ungu itu lagi-lagi menghilang seenaknya. Dan jujur, itu membuat Leo jadi tidak tenang.

"Hei, apa kalian melihat Aquarius?" Entah sudah berapa kali pertanyaan itu ia lontarkan, dan entah berapa kali pula yang lain hanya diam atau menjawab dengan gelengan, yang tentunya terus menambah kekhawatiran di hati bocah pink itu. Setelah beberapa puluh menit hanya ada acara diam-diaman, tatap-tatapan, kedip-kedipan, dan lain sebagainya, Sagittarius akhirnya buka suara. "Leo..." "Hng?" Leo langsung fokus ke asal suara. "Apa kamu memikirkan Aquarius?" tanya Sagittarius sambil mengelus kepala adik bungsunya itu. Leo mengangguk pelan, lalu bertanya balik, "Apa Aquarius membenci kita?" Seisi ruangan pun beku dengan sukses. Merasakan hawa depresif di sekelilingnya, Sagittarius mengisyaratkan pada yang lain untuk masuk ke kamar masing-masing. Begitu yang lain pergi, raut wajah sang rasi pemanah perlahan berubah. Seringai iblisnya mengagetkan Leo selama beberapa saat.

"Kamu yang paling pintar, pasti bisa menyusun rencana untuknya."

==5 Februari==

Tepat jam 23:50. Bunyi lonceng terdengar dari balik pintu saat Aquarius memasuki kamarnya. Untungnya Gemini dan Geminor masih terlelap, tapi lonceng itu menarik perhatian sang Zodiac ungu. Bunyinya tidak terdengar normal, lebih seperti suara tawa anak-anak. Dan warnanya pink-ungu dengan hiasan bintang. Seakan tahu sesuatu, Aquarius langsung menutup tubuh Gemini dengan selimut dan menggulungnya ke ujung tempat tidur, dekat dinding. Lalu ia menunggu, sambil terus memperhatikan pintu kamarnya dan menghitung mundur.

23:55. "Năm..." (5)
23:56. "Bốn..." (4)
23:57. "Ba..." (3)
23:58. "Hai..." (2)
23:59. "Một." (1)

Tok tok tok. "Aquarius?"

Pria berdarah Vietnam itu tahu ada yang akan memberikan kejutan, tapi yang membuatnya kaget adalah orang yang muncul di depan kamarnya. Ya, Leo, sang putri singa. "BUSET! SI PINK BELUM TIDUR RUPANYA!!" Kira-kira begitulah isi pikiran Aquarius saat ini.

Skip ke percakapan mereka. (kode : ungu = Aquarius, pink = Leo)

"Er... Leo, ya?" (pura-pura lupa)
"Iya! Ini Leo!"
"Belum tidur? Ini sudah larut."
"Siang tadi aku tidur terlalu lama, hehehe~"
"Dasar bandel. Lalu sekarang apa yang kau lakukan di sini?"
"Err... emm... apa ya tadi...?" (pura-pura lupa)
".........."
"Emm..."
"Aku menunggu~"
"Aduh, aku lupa."
"Kalau begitu selamat ti--"
"Chestit rozhden den! Chúc mừng sinh nhật! Selamat ulang tahun, Aquarius!" (pakai bahasa Bulgaria & Vietnam)
"......!? L-Leo...??"

Begitu Aquarius membuka pintu, Leo langsung menerjang dan memeluknya erat-erat. Meskipun awalnya hanya ada rasa kaget yang menguasainya, perlahan ia membalas pelukan gadis kecil itu sambil berbisik lembut, "Terima kasih..." Mendengar kata-kata itu, Leo menelan ludah, menepis rasa bersalah atas kecurigaannya tempo hari, dan bertanya, "Aquarius tidak membenci kami?" Aquarius tersentak sedikit, menyadari bahwa sifatnya yang tertutup telah membuat Leo cemas. "Maafkan aku... aku tidak membenci kalian, hanya saja... aku... tidak begitu suka keramaian... maaf..." jawabnya terbata-bata. "Aku senang kau ingat ulang tahunku..." "Aku juga senang bisa ngobrol dengan Aquarius! Dan maaf juga sebelumnya aku sudah mikir yang aneh-aneh..." kata Leo sambil tersenyum senang. Melihat itu, Aquarius ikut tersenyum.

"Ungh... pengap... Change Geminor...!"

Momen dramatis itu hancur seketika saat aura hijau menguar dari sudut kamar. Ya, Aquarius lupa total kalau Gemini masih jadi sushi gulung selimut. Dan terpaksa ia harus mendepak Leo keluar karena tugas baru menantinya : menjinakkan Gemini yang sudah berubah wujud.


==END==


"Ngomong-ngomong, kenapa kau memberiku lonceng?" tanya Aquarius. "Agar aku bisa tahu kalau kau sudah pulang. Sebelumnya Sagittarius menyarankanku memberikan hadiah yang hanya bisa dibuat olehku, jadi aku langsung kepikiran mau buat lonceng, hehehe~" jelas Leo sambil tertawa dengan cengiran khasnya.


====
W/N : So... this is it! Happy (belated) birthday buat Aquarius, sang master menghilang! Semoga hubunganmu dengan yang lain semakin baik!

※06-02-2015※

Kamis, 08 Januari 2015

Sifat Gold Saints ND di Fanfiction (Res version)

Oke, selain Silver Saints, para Gold ND (Next Dimension) juga jarang dapat fic karena minimnya sinop yang tersedia untuk nge-define mereka. Scan manga-nya yang bahasa Inggris baru sampai chapter 41, sedangkan aslinya udah sampai chapter 68. Scan bahasa Portugis/Spanyol bertebaran (?) di Google, tapi sebaiknya buka Google Translate juga kalau mau baca. Udah deh, ayo skip ke sifat-sifat para Gold ND.

  1. Aries Shion : loncat ke 243 tahun yang lalu, Shion di sini masih rada kekanakan karena baru naik pangkat. *di-Stardust Revolution* Posisinya kira-kira di antara Dohko sama Suikyo (lihat gambar). Masih bocah kayak Dohko, tapi tetap kalem kayak Suikyo. Selalu jadi penengah kalau dua temannya berantem.
  2. Taurus Ox : Samain aja dengan Aldebaran, soalnya di manga kemunculannya sedikit (keburu mati di tangan Suikyo). Sohibnya Izo, sama-sama suka isengin Dohko-Shion-Tenma yang masih bocah.
  3. Gemini Cain : beda dengan Saint Gemini lain, dia sama adiknya terlahir dalam satu badan. Akhirnya mereka harus rebutan muncul, dan biasanya Cain yang mengalah (biarpun kalau masalahnya udah menyangkut "perang dengan Ikki" dia bakal langsung ambil alih badannya). Dia juga mirip Saga, cuma lebih serius dan nggak kepolosan.
  4. Gemini Abel : adiknya Cain yang satu badan sama kakaknya. Kalau Cain mirip Saga, Abel mirip Ares!Saga & Kanon digabung. Ambisius, songong, bandel, tsundere, usil tingkat dewa, dan... sama dengan Kanon, selalu ngincar Ikki. Dan dibandingkan yang lain, dia selalu up-to-date soal keadaan Sanctuary (kalau AU dan gabung sama era lain, dijamin dia update sampai ke Omega).
  5. Cancer Deathtoll : kalau di Classic bancinya para Gold itu Aphrodite (Res kena amuk Dite fans :p ), nah si kepiting ini bancinya Gold ND. Tapi bukan berarti dia nggak serem, lho. Deathmask kan hiasin kuilnya sama muka mayat, Deathtoll hiasin kuilnya pakai berbagai peti mati dari seluruh dunia, dan semuanya dibuat sendiri (oh, muka mayatnya juga masih eksis di kuil Cancer). Meskipun bancinya nggak ketulungan (yang ini terang-terangan godain Kaiser), dia jago bohongin lawannya, nyehehe~ Kalau naik darah, dia bakal keluarin kotak Omerta—yang katanya kalau sudah masuk situ nggak akan bisa keluar.
  6. Leo Kaiser : tipe “Leo sejati” dan “calon ayah yang baik”, okesip. Dia lebih serius dibanding Aiolia dan punya singa beneran namanya Goldie. Dia baik sama anak-anak, terutama Tenma & Shun.
  7. Virgo Shijima : Shaka versi rambut merah, so to say. Pendiam, seriusan, suka muncul tiba-tiba, dan kalau marah kejam kelewatan. Tapi ada sisi baiknya juga sih... dan dia juga sayang banget sama Athena.
  8. Libra Dohko : yang ini jangan ditanya. Sama kayak di Classic & TLC, dengan tambahan suka melipir ke kuil Leo untuk main sama Goldie kalau Shion sama Suikyo nggak ada.
  9. Capricorn Izo : Shura + El Cid + Shiryu dengan darah Jepang (Excalibur-nya nihonto, by the way). Tapi biarpun datar, dia diam-diam iseng banget. Biasa isengin Dohko-Shion-Tenma bareng Ox.
  10. Pisces Cardinale : cantik seperti Saint Pisces Albafica & Aphrodite, tapi yang ini lebih kejam dan sehati sama Abel. Bedanya Abel ngincar Ikki, sedangkan Cardinale ngincar Shijima. Dia juga sebenernya tau banyak tentang seluk-beluk Sanctuary, tapi ngerahasiain dari yang lain.

Minggu, 16 November 2014

Notice #2 : 511 Trash Alert

Fwaaaaaaaah..... Emyst ganti goal lagi (sebagian sih), jadi mungkin blog ini pasti bakal disampahi sama hal-hal berbau Team 511, tapi nanti tentang series lain masih dipost kok. Meskipun dominasinya tetap di Team 511, sih... *dibantai*

Tunggu saja postingan berikutnya. Addio!


----Emyst

Selasa, 04 November 2014

Team 511 (Chapter 4 : The Awakening)

Disclaimer : Ice of Clovers, Fuyutai Yukirangers, Compass-10, November Solstice, Festive Piracy © antaRES


Hawa dingin melingkupi makam Scorpion, disusul dengan sepasang tangan yang melesat ke arah YukiBlue dan Blue Clover. Keduanya langsung menghindar dan melancarkan jurus.

"Bullet Rain!"
"Crescent Missiles!"

Sesaat ledakan kecil muncul, menandakan serangan mereka berhasil. Namun lengan platina itu tiba-tiba muncul dari belakang dan membelit YukiBlue, memaksanya kembali ke wujud Shun. Dari kejauhan, Selene menarik lengannya yang melilit tubuh Shun. "Satu dapat~" katanya dengan nada menggoda. Ruchi dan Kanna muncul tiba-tiba, menembakkan Empty Shot ke arah Blue Clover, yang refleks kembali ke wujud Natsuki. "Gah..." erangan pelan terdengar dari pemilik iris chocolate itu saat angin kosong Empty Shot menembus jantungnya, bersamaan dengan tubuhnya yang menhantam lantai kaca. "Lemah banget." ejek Kanna sambil menginjak leher Natsuki, memutuskan sistem pernafasannya. "Dengan ini, selesai." katanya sambil mengarahkan sabitnya ke wajah Natsuki yang mulai memucat. Sesaat sebelum ia mengayunkan sabitnya, tiba-tiba Selene berteriak. Lengannya perlahan membeku. Shun yang masih tak bergerak menyeringai dingin, "Jangan meremehkanku. Aku yang selalu melekat dengan es, tak mungkin kalah dari ular logam ini. Oh, by the way, musuhmu sudah datang." Jasper muncul dari atas dan langsung memotong kedua lengan Selene dengan jarinya. "KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"

"Ternyata kau masih punya darah..." gumam Jasper saat melihat cairan raksa berwarna kemerahan dari lengan Selene yang tergeletak di lantai. "Tapi bukan berarti aku akan menolongmu." "Siapa juga yang mau?" balas Selene sinis. Sepasang lengan baru perlahan muncul kembali dari bahunya. "Aku punya regenerasi."

Natsuki berhasil melepaskan diri dari Kanna, Shun juga sudah membekukan setengah bagian tubuh Ruchi. "Kau! Dasar perempuan iblis!!" teriak Ruchi. "Lalu? Apa mendiamkan lebih biadab dari memanipulasi?" balas Shun dingin sambil terus membekukan lawannya. "Akan kumasukkan kau dalam peti mati abadi..." Sialnya, sebelum mencapai leher, es itu pecah berkeping-keping dan Ruchi langsung menghantam kepala Shun, yang untungnya masih bisa ditangkis dengan tendangan. "Aku tak ingin kepalaku pecah terlalu awal." kata Shun disertai geraman murka.

Nai dan ketiga November Solstice naik ke atap kuil. Artifak yang dimaksud Maicel ada di sana.  Sebuah kristal moonstone berbentuk teratai. Cahaya yang dipantulkannya membentuk spektrum bagaikan pelangi. Begitu tangan Maicel menyentuhnya, tiba-tiba artifak itu mengeluarkan cahaya kehiraman, menghancurkan kacamata yang dipakai Cyrus tanpa sisa.

Di bawah, kacamata Natsuki dan visor Jasper juga hancur, membuat keadaan mereka berbalik sementara. Lengan Selene kembali melilit tubuh Jasper dan cakaran Kanna meretakkan tulang betis Natsuki. Serangan Ruchi pun kali ini berhasil mengenai kepala Shun, membuat gadis beriris goldenrod pucat itu kehilangan konsentrasinya sesaat, meskipun ia masih sempat membekukan Ruchi lagi.

"Hentikan."

Suara itu muncul bersamaan dengan kilat yang menghancurkan Ruchi, Kanna, dan Selene. Tak lama kemudian seseorang muncul dan berjalan ke arah asal kilat tadi, sambil membawa lapis lazuli berbentuk meteor. Hampir seluruh tubuhnya terbungkus armor yang mirip dengan battlesuit Compass-I-- tunggu, bukankah itu Akito? Kenapa penampilannya sangat berbeda?

Dari sumber kilat itu, Nai, Cyrus, Wanda, dan Maicel ikut muncul, mengenakan armor yang mirip battlesuit masing-masing. Keempatnya berlutut, di depan mereka artifak yang tadi ditemukan Maicel berubah wujud menjadi sesosok wanita anggun. Akito menyerahkan lapis lazuli yang dibawanya pada wanita itu. "Agora, tu deve despertar. O dia chegou para proteger este reino." ucapnya. Seketika suhu dalam kuil menurun drastis, mengubah keadaan sekeliling menjadi duri-duri es. Sebelum yang lain sempat berpikir, sebuah suara terdengar.

"Wake up, Gatekeepers..."


==Lacraia Temple==


"Empat orang terakhir sudah datang, Sono-sama."

Sono menatap empat anak di hadapannya dengan puas. "Bawa mereka ke Slumber Room, Cisma." perintahnya. Cisma mengangguk, lalu menuntun empat anak itu ke sebuah ruangan yang dipenuhi ranjang bertutup kaca seperti kapsul. Dan Team 511... ada di sana, terlelap dan kaku. Setelah memasukkan keempatnya ke dalam ranjang yang sama, Cisma tersenyum simpul sambil berbisik, "Mimpi indah untuk kalian, hingga saatnya bangun nanti."


----END----


WN : This is it! Happy Birthday, antaRES!! Dan maaf banget kalau endingnya absurd... (_ _|||)~> Anyway, happy 511 Day buat Team 511~

Selasa, 16 September 2014

Team 511 (Chapter 3 : The Late Mistress)

Disclaimer : Ice of Clovers, Fuyutai Yukirangers, Compass-10, November Solstice, Festive Piracy © antaRES

"Clover Revolve!"
"YukiBlue Snow Changer!"
"Compass Voyage!"
"A Lua, a estrela congelando, a noite de elegância. (The Moon, the freezing star, the night of elegance.) Winter Solstice!"
"O Sol, a estrela ardente, o manhã de festa. (The Sun, the burning star, the morning of festive.) Summer Solstice!"
"A Galáxia, a estrela neutro, o dia da justiça. (The Galaxy, the neutral star, the day of justice.) November Lumiere!"

Blue Clover dan YukiBlue bergerak cepat menuju Kuil Lacraia, sementara ketiga November Solstice menghadapi para Tokias yang juga menyerbu tempat itu. Compass-I dan Momo Clover mengawasi keadaan di luar.

"Ada 4 jalan di sini. Yang mana yang menuju makam itu?" tanya Blue Clover saat mereka mencapai pintu kuil. "Kalau bisa membelah diri... tunggu!" YukiBlue menjentikkan jarinya. Ia mengeluarkan Frozen Chains miliknya. "Rantaiku bisa membantu kita. Multi Shoot!" Ia lalu membagi rantainya dan melemparnya ke arah keempat jalan masuk. Sesaat kemudian, rantai di jalur paling kiri membelit pergelangan tangan Blue Clover. "Ketemu!"

Begitu Blue Clover berlari masuk, sesuatu memotong rantainya dan ia pun tersadar, sejak tadi kakinya tidak menapak. Jalur itu sebenarnya lubang besar! Dan sialnya tangannya tak dapat meraih apapun untuk berpegangan.

"Shun-saaaaaaaaaaaaaaaaaaaan-----!!"
"Frozen Chains!!"

Berhasil. YukiBlue menarik Blue Clover naik kembali. "Kilat apa barusan?" tanya sang Clover sambil membetulkan letak goggles-nya. "Apapun itu, yang pasti sangat kuat sampai bisa memotong rantaiku. Sekarang kita harus ke bawah." gumam YukiBlue. "Kalau begitu kenapa tidak kau lempar saja aku?" Blue Clover merengut. "Hei, itu tadi refleks. Lagipula di bawah sana gelap, kita tak tahu dasarnya di mana. Kau bisa saja mati." YukiBlue mulai melancarkan omelannya, sebelum akhirnya berhenti dan mengaitkan ujung rantainya pada tempat obor di gerbang jalur. "Sekarang kita turun pelan-pelan." ia menarik Blue Clover turun.

Inverno menghela nafas lega. Semua Tokias berhasil dibereskan. "Sekarang apa kita akan menyusul ke dalam?" tanya Verão. "Tunggu dulu, Verão. Itu terlalu beresiko." cegah Claro. "Kalau kita juga ke sana, siapa yang melawan musuh? Tokias memang sudah kita singkirkan, tapi pasti yang lain akan menyusul." "Kalau begitu, aku yang akan menghadapi mereka semua!" sahut sebuah suara. "Suara laki-laki... siapa kau!?" teriak Inverno. Pemilik suara itu melompat ke arah mereka, menampakkan wujud seorang gadis berkulit kecoklatan dengan rambut biru catalina.

"Maaf terlambat. Jasper Chirion siap menjalankan misi."

Beberapa monster muncul lagi, kali ini para Glaive, pasukan salju pribadi Chios. Seringai tipis terlukis di wajah datar Jasper saat ia menekan tombol di kacamatanya, mengubahnya menjadi visor berwarna lime. Bersamaan dengan itu, flow hijau-kuning menguar di sekelilingnya. "Nature Visor!" Jasper memunculkan sulur yang melilit kedua lengannya dan mengubahnya menjadi cambuk. "Wahai para prajurit kegelapan... enyahlah kalian dari makam keramat ini! Abyss Forest Grip!!" Sulur di lengannya langsung menerjang para Glaive dan melilit mereka, lalu Jasper melancarkan pukulan dengan kekuatan penuh yang langsung menghancurkan mereka.

"Baiklah, bisa jelaskan kenapa kau terlambat, Jasper Chirion?" tanya Claro selagi Jasper meneguk air mineralnya. "Apa karena jarak yang jauh? Atau... kau masih--" "Aku ingin melindungi makam itu dan artifaknya. Itu saja." potong Jasper dingin. Mata copper-nya berkilat penuh nafsu, meski terlihat redup. Ketiga November Solstice hanya bisa menatap bingung gadis bajak laut itu.

Chios tersenyum dari kaki bukit. "Sudah waktunya kita turun tangan." katanya sebelum melesat maju, diikuti beberapa flow lain.

"Minna! Taihen desu!" Momo Clover melesat ke arah Claro. "Mereka datang dan langsung mengincar lokasi artifak! Kaa-san dan Shun-san dalam bahaya!" sambung Compass-I. "......APAAAAAAAAA?!??!"

Dua flow dahsyat kini berlomba menuju makam Scorpion. Siapakah yang akan sampai lebih dulu?

----To be continued----


W/N : Chapter 3 kelaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar~ dan author buntu ide di chapter ini, jadinya grammar ancur. Semoga chapter berikutnya lebih seru. Bonne nuit!